I'm Worried

daaan keinginan menulis bukan bukan ini bukan menulis tapi mengetik. oke. diulang.
daaan keinginan mengetikpun mulai menggelitik jemari ini~ karena yang diusik adalah jemari bukan fikiran maka saya yakin ketikan kali ini bakalan super random. Okay, it's 11:24 pm and it's the 5th day of romadhon dan saya belum bisa memejamkan mata saya
and suddenly something was just popped out of my head. Sebenernya, sebagai golongan cewek yang agak baper ini dimulai dari kekhawatiran kecil.
for your information aja sih, tahun ini saya lulus dari SMA. Alhamdulillah lulus dengan bangga penuh kejujuran meskipun hasil UN saya tidak sesuai ekspektasi orang-orang disekitar saya :D tapi saya bangga karena saya mengerjakan dengan usaha saya sendiri. Saya bangga karena telah menaklukan ketakutan dan kekhawatiran diri sendiri alhamdulillah dengan izin Allah saya mampu.
Sebagai siswa SMA di tahun terakhirnya, sekolah saya mewajibkan semua siswanya untuk daftar SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) and anyway I chose Universitas Diponegoro Semarang. Teknik Lingkungan.
Jujur, kepercayaan diri saya untuk lolos SNMPTN tidak lebih dari 5%. Why?
Saya sadar nilai rapot saya sangat fluktuatif dan tidak stabil. Tidak banyak prestasi akademik maupun non akademik yang saya raih selama 2,5 tahun bersekolah di SMA. Prestasi saya menurun dibandingkan ketika saya SMP. Persaingan mendapatkan secarik kertas bertuliskan raihan juara dan nama masing-masing amat melelahkan. Dan saya semakin sadar bahwa persaingan untuk SNMPTN pun akan jauh lebih melelahkan. Hati ini minta dikuatkan semangatnya untuk ikut SBMPTN saja. Bukan pesimis, hanya takut kecewa. Tapi saya tetap pasang target dan ada beberapa nazar selama berbulan-bulan berdoa setelah menetapkan pilihan. Anyway, at that time saya pasrah untuk pengumuman SNMPTN. Karena itu diukur dari prestasi belajar selama SMA, maka yang bisa saya lakukan adalah persiapan untuk Ujian Nasional dan SBMPTN.

lupa tanggal berapa Mei 2015. pukul 17:02
teman-teman di grup kelas sudah mulai ramai. Saya mendadak ingat kalau hari itu pengumuman SNMPTN -_- tangan mulai gemetar dan dingin. Mulut mulai komat kamit. Bismillahirrohmanirrohim. "Kalo merah, sedihnya jangan lama-lama ya, yud!" kata saya dalam hati
Daaan... jreeeeng! Hijau saudara-saudara! Alhamdulillah... saya langsung lari kebawah, sambil bawa laptop dan menunjukkannya ke mamapapa. Tangan gemetar hebat! Siapa yang sangka bisa kuliah di fakultas Teknik? Saat itu? Ya cuma bisa senang.

Semakin hari, semakin sadar. Saya bakalan ninggalin kedua orangtua saya di Lampung. Setelah 18 tahun hidup dirumah bareng orangtua, saya dipaksa sadar lebih cepat kalau kenyataannya kami akan terpisah pulau. Awalnya sih,"Bisa! mamas aja bisa masa gue nggak?" lama-lama... "Nanti kalo kesiangan gimana? Kalo mau pergi gimana?" Masyaallah khawatirnya!

Inget gak sih dulu waktu kecil, maunya cepet cepet sekolah. waktu SD penasaran pingin cepet cepet SMP, ngeliat anak SMA pingin cepet cepet SMA. HEY!! sekarang udah mau kuliah aja.
no rewind nor pause. enjoy the moment to prepare for the future.

Kekhawatiran kecil yang saya rasa adalah karena harus hidup diluar rutinitas saya selama bertahun-tahun. Di luar lingkungan yang akrab dengan saya selama belasan tahun. Jauh dari orang-orang yang memahami dan saya pun paham dengan mereka.
Kekhawatiran saya adalah karena takut sulit menemukan mereka yang tepat untuk diajak bertukar ide dan gagasan.
Kekhawatiran saya adalah karena saya belum menemukan kepercayaan diri saya, sepertinya.
Semoga hati ini dikuatkan oleh sang pemilik hati.
Bismillahirrohmanirrohim. Lahaula walaa quwwata illabillah.

Komentar

Postingan Populer