Rimbun Pohon (Part 2)
Seorang pribadi yang menghabiskan emosinya untuk orang lain. Seorang pribadi yang jarang memikirkan kebahagiaan dirinya sendiri. Salah satu jiwa indah yang pernah ditemui, namun penuh luka disekujur tubuhnya.
Temboknya kokoh namun ringkih.
Pribadinya hangat namun dingin.
Langkahnya gagah namun lemah.
Ia senang mengobati namun jarang yang mengobati.
Pandangannya tegas namun buram.
Nafasnya panjang namun tersengal.
Jiwa indah yang penuh luka dan perlahan melukai.
Mencoba untuk menyentuh namun ternyata lukanya terlalu kronis untuk disembuhkan.
Lalu ia paham bahwa bukan dirinya yang mampu.
Ia hanya bisa melantunkan harap agar,
Tembok ringkih itu semakin kokoh
Pribadi dingin itu lebih hangat
Langkah yang lemah itu menjadi gagah
Akan ada jiwa lain yang mengobatinya
Pandangan buram itu bertambah tegas
Nafas yang tersengal berangsur panjang.
Pada akhirnya memang bukan ia.
Ia harus sembuh. Setidaknya dimulai dari menerima dirinya sendiri.
Dimulai di bawah pohon itu.
--to be continued--
Temboknya kokoh namun ringkih.
Pribadinya hangat namun dingin.
Langkahnya gagah namun lemah.
Ia senang mengobati namun jarang yang mengobati.
Pandangannya tegas namun buram.
Nafasnya panjang namun tersengal.
Jiwa indah yang penuh luka dan perlahan melukai.
Mencoba untuk menyentuh namun ternyata lukanya terlalu kronis untuk disembuhkan.
Lalu ia paham bahwa bukan dirinya yang mampu.
Ia hanya bisa melantunkan harap agar,
Tembok ringkih itu semakin kokoh
Pribadi dingin itu lebih hangat
Langkah yang lemah itu menjadi gagah
Akan ada jiwa lain yang mengobatinya
Pandangan buram itu bertambah tegas
Nafas yang tersengal berangsur panjang.
Pada akhirnya memang bukan ia.
Ia harus sembuh. Setidaknya dimulai dari menerima dirinya sendiri.
Dimulai di bawah pohon itu.
--to be continued--
Komentar
Posting Komentar